Langsung memberikan kepada anak apa yang diinginkannya ketika menangis di hadapan orang tuanya diantara sikap yang perlu dihindari oleh para orang tua. Seringkali anak-anak kecil merengek kepada ayah atau ibunya untuk meminta sesuatu.
Jika kedua orang tuanya menolak, mereka menangis sampai mendapatkan apa yang diinginkannya. Ketika ini orang tua tersadar dan segera memenuhi permintaan anaknya, baik karena rasa kasih sayang terhadap anak ataupun terdorong oleh keinginan untuk segera mendiamkan anaknya dan lepas dari mereka atau karena hal lainnya.
Tindakan ini bisa saja merupakan kesalahan dan diantara dampak buruknya yaitu menjadikan anak lemah.
Dr. Muhammad Ash-Shabbagh berkata: "Aku mendengar dari Malik bin Nubay - Semoga Allah merahmatinya - bahwa ada seseorang lelaki meminta nasihat kepadanya untuk mendidik putra atau putrinya yang baru lahir, kemudia bertanya padanya: 'berapa umurnya?', dia menjawab: 'satu bulan.' Malik berkata: 'Kamu sudah ketinggalan kereta.'
Malik berkata: 'Pada mulanya aku mengira bahwa aku terlalu berlebihan, kemudian ketika aku melihatnya, aku mendapati bahwa apa yang aku katakan itu benar; yaitu ketika anak itu tersebut menangis, ibunya langsung memberinya ASI, sehingga tertanam dalam diri sang anak bahwa tangisan adalah cara untuk mendapatkan keinginannya.'
Anak itupun tumbuh besar membawa sifat ini, ketika dia dipukuli oleh seorang yahudi, dia menangis di kantor polisi, dia mengira bahwa tangisan akan membuatnya mendapatkan haknya."
Sumber | Kesalahan dalam Mendidik Anak, Edisi terjemah Indonesia, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, At-Tibyan, Solo, Dzulhijjah 1430H.

