Our Feeds

Selasa, 17 Oktober 2017

muslimedia

Menyesal Ketinggalan Shalat Berjamaah, Umar bin Khatthab Lakukan Hal ‘Luar Biasa’ Ini


SUATU Ketika Umar bin Khatthab pergi ke kebun kurma miliknya. Ketika pulang dari sana, Umar mendapati sejumlah orang telah tuntas menunaikan sembahyang Ashar.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, aku ketinggalan shalat jamaah!” sontak Umar.

Khalifah kedua ini kecewa bukan main, lantaran tak sempat menunaikan shalat jamaah bersama mereka.
Sebagai bentuk penebusan atas rasa bersalahnya itu, Umar mengemukakan sebuah pengumuman di hadapan mereka.

“Saksikanlah, mulai sekarang aku sedekahkan kebunku untuk orang-orang miskin,” ujar pemimpin yang dijuluki “al-Faruq” ini.

Umar merelakan kebun milikannya, sebagai kafarat atas keterlambatannya dalam menunaikan shalat jamaah.

Kisah ini diriwayatkan ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma seperti tertuang dalam kitab Anîsul Mu’minîn karya Shafuk Sa’dullah al-Mukhtar.

Seyogyanya, tidak ada kewajiban bagi umat Islam untuk menghibahkan kekayaannya apalagi sebesar itu karena telat menunaikan shalat jamaah. Namun Umar melakukan hal itu lantaran kecintaannya yang begitu mendalam terhadap ibadah.

Sikap Umar bin Khatthab secara tersirat juga mencerminkan kezuhudan dalam dirinya. Keputusannya menjadi penanda bahwa hatinya tak terikat dengan kemewahan harta benda duniawi.

Hibah kebun kurma kepada kaum miskin, bagi Umar, mungkin dinilai setimpal—atau bahkan terlalu kecil—untuk sebuah ‘keteledoran’ yang membuatnya telat shalat jamaah. Wallâhu a‘lam.

Sumber: Kitab Anîsul Mu’minîn karya Shafuk Sa’dullah al-Mukhtar/NU online.

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »